Selasa, 23 Desember 2014

SKENARIO NEGOSIASI



SKENARIO NEGOSIASI
Penjual : Ummu Aemanah
Pembeli : Nuhan Nabawi
                  Lubabun Nashir


Kewirausahaan
         
         Pada suatu hari ada seorang mahasiswa yang bernama Nuhan el-khan yang sedang melihat-lihat salah satu toko penjualan online yaitu tokobagus.com. Dia melihat ada mobil yang lumayan murah tetapi masih mulus. Dia bergumam terus didepan laptopnya, dia ingin sekali membeli mobil tersebut.
Nuhan             : Wah, mobil ini terlihat bagus, dan harganya murah. Harganya bisa nego lagi, beli ah! Aku hubungi dulu ah
        Nuhan pun menghubungi orang yang menjual mobil Honda jazz tersebut yang bernama Ummu Aemanah al-Habsy
Nuhan                : Hallo assalamualaikum, dengan mba Ummu ?
Ummu               : Waalaikum salam, betul saya Ummu. Maaf ini dengan siapa ya?
Nuhan                : Saya Nuhan, saya ingin membeli mobil anda yang anda passang di situs iklan tokobagus.com
Ummu               : Oh, abang datang saja langsung kerumah saya untuk bernegosiasi soal harganya.
Nuhan                : Kapan kira-kira anda ada dirumah?
Ummu               : Besok saya ada dirumah, jam 10 abang datang saja kerumah saya
Nuhan                : Oh baik, besok saya akan kerumah anda. Maaf alamat mba dimana ya?
Ummu               : Alamat saya di Jl Kertorejo no.35 malang
Nuhan                : Oke, saya sudah mencatatnya, wassalamualaikum
Ummu               : Waalaikum salam

                Keesokan harinya Nuhan pergi kerumah Ummu untuk bernegosiasi tentang harga mobil tersebut
Nuhan                : Assalamualaikum
Ummu               : Waalaikum salam, dengan bang Nuhan?
Nuhan                : Iya saya Nuhan yang ingin membeli mobil anda
Ummu               : Oh iya, silahkan masuk
Nuhan                : Iya, permisi

                Ketika mereka baru saja duduk di ruang tamu, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Ummu
Lubab                : Assalamualaikum
Ummu               : Waalaikum salam. Maaf ini dengan siapa?
Lubab                : Saya Lubabun Nashir el-, saya seorang pengusaha besar yang ingin membeli mobil anda
Ummu               : Silahkan masuk
Lubab                : Permisi

                Mereka pun duduk diruang tamu rumah Ummu. Tetapi Lubab bermaksud untuk membeli mobil yang sama dengan Nuhan
Nuhan                : Bagaimana bu? Boleh saya melihat mobilnya?
Ummu               : Oh ya, silahkan mobilnya ada disana
Nuhan                : Hmm, mobilnya terlihat bagus, masih mulus lagi
Ummu               : Mobil ini memang jarang dipakai jadi masih mulus
Nuhan                : Kira-kira ibu menawarkan harganya berapa?
Ummu               : Harganya sesuai yang ada diiklan 175 juta rupiah
Lubab                : Saya beli 200 juta rupiah
Nuhan                : Saya yang membeli dan datang yang pertama
Lubab                : Apa masalahnya? Saya juga ingin membeli mobil itu, jadi saya berhak untuk mengajukan harganya
Nuhan                : Tapi kan diiklan boleh bernegosiasi jadi boleh ditawar harganya kan? Gimana kalo saya beli 150 juta rupiah?
Ummu               : Apa tidak bisa lebih mobilnya kan masih mulus. Gimana kalau 170 juta rupiah? Bagaimana kalo bang Lubab membeli mobil Ferari saya saja, mobil itu limited edition loh bang
Lubab                : Ya sudahlah, saya membeli mobil ferari anda saja yang disebelah mobil Honda jazz seharga 1 miliyar rupiah
Ummu               : Maaf bang belum bisa. Palingan mobil itu saya jual seharga 5,5 miliyar rupiah
Nuhan                : (tertawa) katanya orang kaya tapi kok ngehargain mobil sebagus itu Cuma 1 miliyar sih?
Lubab                : Kan kata anda bisa bernegosiasi, jadi apa masalahnya?
Nuhan                : Iya juga sih, ga ada masalahnya juga dengan saya haha
Ummu               : Sudah bang sudah jangan bertengkar. Jadi abang-abang ini mau membeli mobil-mobil saya berapa?
Nuhan                : Kalau 160 juta rupiah bagaimana bu?
Lubab                : Ya sudah, saya beli mobil ibu seharga 2,5 miliyar rupiah
Ummu               : bang Nuhan apa tidak bisa lebih 168 juta deh. Dan bang Lubab palingan saya kurangin mejadi 4,5 miliyar rupiah
Nuhan                : Yah masih mahal, gimana kalau 165 juta
Lubab                : Hmm ya sudah, saya tutup 4 miliyar rupiah. Kalau 4,5 miliyar lebih baik saya beli mobil yang baru
Ummu               : Haha baiklah saya setuju. Bang Nuhan membeli mobil Honda jazz saya dengan harga 165 juta dan bang Lubab membeli mobil ferari saya dengan harga 4 milyar rupiah
Nuhan & lubab : Deal! Ini uangnya mba
Ummu               : Baiklah, saya terima uang ini. Ini kunci dan STNK mobil Honda Jazz bang Nuhan dan ini kunci dan STNK mobil Ferari bang Lubab
Nuhan & lubab : Terima kasih, kalau begitu kami pamit pulang dulu. Wassalamualaikum
Ummu               : Waalaikum salam
        
Mereka pun pulang dengan muka gembira karena telah berhasil membeli mobil yang mereka inginkan.




~~ TAMAT ~~

Tahapan-tahapan penting Negosiasi

1.     Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan negosiasi membutuhkan tiga tugas utama, yaitu merencanakan sasaran negosiasi dan memperjelas proses negosiasi.
Sasaran negosiasi adalah hasil yang diharapkan dalam bernegosiasi. Hal ini merupakan salah satu alasan utama mengapa seseorang bernegosiasi. Penentuan sasaran sangatlah penting sebagai arahan atau petunjuk dalam bernegosiasi.
Strategi negosiasi yang merupakan cara untuk mencapai tujuan bernegosiasi. Untuk mencapai kesepakatan kedua belah pihak memang diperlukan strategi yang tepat.
Proses negosiasi merupakan suatu proses tawar-menawar yang diharapkan mampu menghasilkan suatu kesepakatan dikedua belah pihak yang saling menguntungkan

2.     Tahap Implementasi
Tahap implementasi merupakan tahapan peranan atau tindakan yang diperlukan agar mencapai sukses dalam bernegosiasi
Implementasi negosiasi memiliki beberapa komponen penting, antara lain :
a.      Taktik cara anda
Adalah bahwa Anda tahu tujuan yang ingin dicapai, Anda bersikeras dan memaksa pihak lawan agar percaya bahwalah Anda yang benar dan Anda terus menekan
b.     Taktik bekerja sama
Taktik ini menegaskan bahwa Anda mau mendengarkan pihak lawan dan mengetahui apa yang ada di benak mereka, Andalah yang memutuskan untuk bersikap reaktif(bukan proaktif) siap bekerjasama.
c.      Taktik tidak bertindak apa-apa
Taktik ini merupakan sikap keras kepala dalam bernegosiasi. Dalam hal ini Anda tetap bersikukuh pda pendirian dan tidak mudah berubah.
d.     Taktik melangkah ke tujuan lain
Taktik ini menuntut Andalah yang harus aktif menggeser suatu persoalan ke persoalan lain.


3.     Tahap Peninjauan Negosiasi
Tahap ini merupakan tahapan setelah berlangsungnya suatu proses negosiasi. Ada beberapa alasan penting mengapa tahap peninjauan negosiasi perlu dilakukan, antara lain:
a.      Untuk memeriksa apakah Anda sudah mencapai tujuan anda
b.     Jika tidak, maka hal itu dapat menjadi pelajaran sekaligus pengalaman yang sangat berharga bagi seorang negosiator
c.      Jika ya, maka pastikan apa yang sudah Anda lakukan dengan baik dan bangunlah kesuksesan Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar